Guy Fawkes adalah seorang warga Katolik Inggris yang paling diingat untuk perannya dalam Gunpowder Plot, sebuah persekongkolan untuk meledakkan gedung parlemen Inggris pada tahun 1604.
Meskipun Guy Fawkes bukanlah dalang dari plot, dia dikaitkan erat dengan rencana ini karena akhirnya tertangkap di ruang bawah tanah parlemen menyembunyikan bahan peledak pada malam serangan yang direncanakan. Di Inggris, orang-orang merayakan Guy Fawkes Day setiap tahun untuk memperingati keberhasilan menggagalkan serangan ini.
Fawkes lahir pada tahun 1570, dan sangat peduli memperjuangkan ide-ide keagamaan Katolik yang dianutnya. Inggris telah berayun secara radikal dari negara Katolik menjadi negara Protestan, berkat Henry VIII dan putrinya Elizabeth I.
Banyak umat Katolik merasa tertindas di bawah pemerintahan Protestan; mereka disiksa, dirampas haknya, dan dibuat merasa tak diinginkan di negara Protestan baru. Akibatnya, banyak kelompok Katolik melakukan persekongkolan melawan kerajaan, dan Fawkes akhirnya terlibat dalam plot sejenis.
Guy Fawkes setidaknya seorang berpendidikan karena pernah menghadiri Sekolah Santo Petrus saat masih remaja. Selama waktu ini, dia bertemu sejumlah radikal Katolik yang mungkin turut menanamkan benih radikalisme kepada Fawkes.
Setelah menyelesaiman sekolah, Fawkes awalnya mengambil posisi dalam pelayanan untuk kemudian bergabung dengan tentara Spanyol di Belanda. Pengabdiannya di bawah Spanyol membuatnya mendapat julukan “Guido” sebagaimana tercantum dalam berbagai catatan tentang dirinya.
Pada tahun 1604, Guy Fawkes bergabung dengan kelompok radikal yang dipimpin oleh Robert Catesby.
Catesby, yang mendalangi Gunpowder Plot, menyadari bahwa sebuah acara besar di gedung parlemen pada 5 November, 1605 bisa menjadi kesempatan untuk menghancurkan raja Protestan, James I, bersama dengan sebagian besar elit Protestan. Keberhasilan dari rencana ini juga bisa menjadi peluang untuk mengembalikan keberadaan Kerajaan Katolik Inggris.
Fawkes dipilih untuk menangani bahan peledak, mengingat pengalamannya saat bekerja dengan tentara Spanyol. Komplotan berhasil menyelundupkan sekitar dua ton mesiu di gedung parlemen, menyembunyikannya dengan berbagai penyamaran. Sayang bagi Fawkes, para penjaga parlemen menangkapnya pada 4 Novenber malam sehingga plot tersebut akhirnya berhasil digagalkan.
Fawkes kemudian ditangkap dan disiksa dalam upaya untuk mendapatkan nama-nama lain yang menjadi anggota persekongkolan. Setelah mengalami penyiksaan, dia akhirnya dieksekusi pada tanggal 31 Januari 1606. Tanggal 5 November kemudian ditetapkan sebagai hari libur oleh Inggris untuk merayakan gagalnya Gunpowder Plot.
Seiring waktu, perayaan 5 November kadang-kadang menyimpang menjadi perayaan untuk Fawkes sendiri, perayaan untuk memperingati semangat revolusioner.
Pada Guy Fawkes Day, orang Inggris dapat berpartisipasi dalam perayaan semarak yang meliputi penyalaan api unggun besar di mana gambar dan patung Guy Fawkes kemudian dibakar. Sumber: (http://www.amazine.co/39588/siapakah-guy-fawkes-tokoh-dibalik-gunpowder-plot/)







0 komentar:
Posting Komentar